ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

Pakubuwana III dan Dua Ujian Besarnya

16/1/2026

0 Comments

 
Picture
Putra Mahkota Susuhunan Pakubuwana II berhasil melewati ujian besar Perang Suksesi Jawa III yang berlangsung 11 tahun, 1746-1757. Dalam 6 tahun di antaranya, 1749-1755, klaim warisan takhtanya benar-benar mengalami ancaman eksistensial. Ia dan pamannya, Pangeran Mangkubumi, saling mengklaim diri sebagai raja Mataram sah, penerus Pakubuwana II yang wafat 1749. Perang saudara mereda pada 1755 setelah VOC Belanda mendorong terjadinya pembelahan Mataram menjadi dua kerajaan. Separo bagian teritori menjadi hak Pangeran Mangkubumi yang diharuskan mencipta gelar raja baru, Sultan Hamengkubuwana I. Ia juga diharuskan mendirikan istana dan ibukota baru di Alas Pabringan—yang kemudian dikenal sebagai Yogyakarta. Separo bagian teritori lainnya menjadi hak Putra Mahkota Susuhunan Pakubuwana II. Ia  diperbolehkan meneruskan pengggunaan gelar Susuhunan Pakubuwana III dan menggunakan istana serta ibukota terakhir Mataram Islam sebelum dibelah, yakni Surakarta.
Namun, Susuhunan Pakubuwana III masih menghadapi ujian lagi yakni  ahli waris takhta. Ia hanya beroleh anak perempuan dari para istrinya hingga 20 tahun bertakhta, separo dari masa pemerintahannya yang berlangsung 39 tahun.

Mimpi Penyatuan Kembali Mataram
Tak kunjung Pakubuwana III mendapat anak laki-laki, ditafsir banyak pihak berpotensi ribut dalam suksesi kepemimpinan di Kasunanan Surakarta. Hal ini tak cuma merisaukan internal Kasunanan Surakarta, berkembang menjadi isu serius yang dicermati pihak Kadipaten Mangkunegaran dan Kasultanan Yogyakarta. Keduanya merupakan cabang pecahan Mataram Islam.

Masa itu, tiga cabang pecahan Mataram Islam (Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran) masih menyimpan cita-cita untuk bisa menyatukan kembali Mataram Islam. Masing-masing terus menghimpun kekuatan untuk mengantisipasi bila tiba-tiba terlibat perang penyatuan kembali Mataram Islam dengan menelan cabang pecahan lain. Namun perang yang dibayangkan tersebut tak pernah terjadi karena hadirnya VOC sebagai kekuatan hegemonik.

Hingga akhirnya para cabang pecahan Mataram Islam mencoba cara lain untuk reunifikasi. Salah satunya dengan melakukan politik perkawinan dengan pihak cabang pecahan kerajaan.
Mangkunegara I berhasil mengatur terjadinya pernikahan antara putranya dengan anak perempuan tertua Pakubuwana III pada 1762. Keturunan dari pernikahan tersebut diharapkan akan beroleh warisan takhta Kasunanan bila Susuhunan Pakubuwana III tiada diberi putra.

Sultan Hamengkubuwana I pun pernah menjajaki kemungkinan adanya pernikahan Putra Mahkotanya dengan salah satu anak perempuan Pakubuwana III. Sang Putra Mahkota melakukan kunjungan ke Kraton Kasunanan pada 1765 dalam rangka maksud tersebut.

Lahirnya Putra yang Dinanti
Namun, manuver para tetangga mengincar takhta Kasunanan berakhir. Pada 1768, Pakubuwanan III berbahagia karena permaisurinya melahirkan anak laki-laki.
Sang Putra yang sangat dinantikan, bertumbuh sehat melewati masa kanak-kanak maupun remajanya hingga bertakhta menjadi Susuhunan Pakubuwana IV pada 1788. Karena rupawan wajahnya, ia disebut dengan Sunan Bagus, yang diterjemahkan dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia berarti Raja Tampan. Ia akan memerintah hingga 1820. [Yosef Kelik (Tim Riset Museum Ullen Sentalu)]
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta

MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak