ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Acara
    • WAYANG WORLD 2025
    • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

Kisah Pangeran dan Ibundanya yang Dikenai Hukuman Kéndhang alias Kakéndhangaken

3/4/2026

0 Comments

 
Serat Raja Putra Ngayogyakarta Hadiningrat karya KPH Mandoyokusumo yang terbit 1988 memberi keterangan pada sejumlah tokoh memakai istilah kéndhang: kéndhang dalam catatan silsilah garis keturunan para raja Kasultanan Yogyakarya tersebut berkata dasar “ndhang”, yang artinya lekas, segera, atau cepat. Dalam lingkungan kraton-kraton Jawa, makna lekas, segera, atau cepat kéndhang lebih  ke arti “disegerakan/dilekaskan untuk pergi ke tempat lain atau bahkan yang jauh jaraknya”. Menurut Stuart Robson dan Singgih Wibisono dalam Javanese-English Dictionary, kéndhang secara harafiah dapat diartikan juga sebagai “dihanyutkan” atau “diusir”.  
Picture

Read More
0 Comments

Kisah Permaisuri Raja yang Dijatuhi Hukuman Kakebonaken

13/3/2026

0 Comments

 
Picture
Pada 1883, Gusti Kangjeng Ratu (GKR) Kencana (garwa padmi atau permaisuri pertama Sultan Hamengkubuwana VII) dijatuhi hukuman kakebonaken. Gelar nama kebangsawanannya pun sampai diganti raja menjadi GKR Wandhan. Penggantian gelar nama tersebut menunjukkan adanya demosi atau penurunan status dan jabatan. 

Read More
0 Comments

7 Istilah Enigmatik sekaligus Eufemistik dalam Pencatatan Silsilah di Kraton-kraton Jawa

27/2/2026

0 Comments

 
​Di lingkungan kraton-kraton Jawa, ada beberapa istilah berbahasa Jawa yang unik memiliki kesan enigmatik. Mereka bukan sepenuhnya aneh, asing, atau tak dikenali oleh penutur bahasa Jawa. Namun, penggunaannya oleh pihak kraton-kraton Jawa acap kali bernuansa eufemistik. Terlebih jika pengunaannya berkaitan dengan pencatatan sejarah maupun keterangan silsilah untuk para tokoh kontroversial.    
Picture

Read More
0 Comments

Lima Busana Pernikahan Adat Kasultananyang Diperbaharui Sultan Hamengkubuwana IX

6/2/2026

0 Comments

 
Picture
Sultan Hamengkubuwana IX (1940-1988) dikenal sebagai pengembang kebudayaan. Muhammad Roem dkk dalam Takhta untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX (2011: 302-307) menyebutkan bahwa di era bertakhtanya, sultan seringkali memperbaharui atau meng-update tata cara adat Keraton Yogyakarta agar tidak kaku dengan perkembangan zaman. Pembaharuan tersebut bersifat penyederhanaan teknis, tidak mengurangi genuinitas (keaslian) adat yang telah lama berlaku dan dilaksanakan keraton maupun masyarakat umum Yogyakarta.

Read More
0 Comments

Rapat Besar Para Kepala Daerah era Raja Jawa Masa Lampau

23/1/2026

0 Comments

 
Pengumpulan pejabat di suatu tempat tertentu atau menjadikan suatu tempat lokasi penghadapan kepada penguasa tertinggi sudah dikenal dalam penyelenggaran pemerintahan negara dari era berbagai kerajaan kuno di Jawa.
Picture

Read More
0 Comments

Pakubuwana III dan Dua Ujian Besarnya

16/1/2026

0 Comments

 
Picture
Putra Mahkota Susuhunan Pakubuwana II berhasil melewati ujian besar Perang Suksesi Jawa III yang berlangsung 11 tahun, 1746-1757. Dalam 6 tahun di antaranya, 1749-1755, klaim warisan takhtanya benar-benar mengalami ancaman eksistensial. Ia dan pamannya, Pangeran Mangkubumi, saling mengklaim diri sebagai raja Mataram sah, penerus Pakubuwana II yang wafat 1749. Perang saudara mereda pada 1755 setelah VOC Belanda mendorong terjadinya pembelahan Mataram menjadi dua kerajaan. Separo bagian teritori menjadi hak Pangeran Mangkubumi yang diharuskan mencipta gelar raja baru, Sultan Hamengkubuwana I. Ia juga diharuskan mendirikan istana dan ibukota baru di Alas Pabringan—yang kemudian dikenal sebagai Yogyakarta. Separo bagian teritori lainnya menjadi hak Putra Mahkota Susuhunan Pakubuwana II. Ia  diperbolehkan meneruskan pengggunaan gelar Susuhunan Pakubuwana III dan menggunakan istana serta ibukota terakhir Mataram Islam sebelum dibelah, yakni Surakarta.

Read More
0 Comments
<<Previous

    Archives

    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta


MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Acara
    • WAYANG WORLD 2025
    • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak