ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Acara
    • WAYANG WORLD 2025
    • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM 2025
    • World Dance Day 2026 - R.M. Jodjana
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

Lolos saking Karaton

24/4/2026

0 Comments

 
Picture
Lolos saking Karaton secara harafiah berarti “melarikan diri dari istana”. Namun, sejatinya istilah ini bersifat eufemisme atau penghalusan. Di baliknya ada peristiwa kontroversial, serius, bahkan mungkin berdarah-darah. Contoh pengunaaan istilah ini adalah keterangan yang menyertai nama Bendara Pangeran Harya (BPH) Diponegoro, putra sulung Sultan Hamengkubuwana III, yang beribukan garwa ampeyan Bendara Raden Ayu Mangkarawati. Ia bernama lahir Raden Mas Mustahar kemudian bernama muda Bendara Raden Mas Antawirya. 

1825-1830

Pencantuman keterangan lolos saking karaton terhadap Pangeran Diponegoro berkait erat dengan hal yang terjadi pada 1825 hingga 1830, yakni Perang Jawa. Lima tahun tersebut termasuk salah satu periode paling panas dan merusak dalam sejarah Jawa. Berikut  paparan angka kerugian Perang Jawa menurut  Peter Carey di Takdir, Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855), terbitan Penerbit Buku KOMPAS pada 2014. Data tersebut menunjukkan taksiran dua juta orang jatuh sengsara terpapar dampak peperangan. Pada 1830, dua juta orang merupakan sepertiga total penduduk Pulau Jawa. Mereka terdampak karena lahan-lahan pertanian terbengkalai dan matinya hewan-hewan ternak sebagai sumber penghidupan penduduk.
Selama peperangan, dua ratus ribu penduduk lokal  dan sekitar 15 ribu serdadu pihak Kolonial Belanda meninggal. Para serdadu berasal dari orang-orang Jawa dan orang-orang Nusantara lainnya. Mereka tewas langsung dalam pertempuran maupun terjangkit aneka penyakit selama perang. Perang Jawa ini juga menelan beaya besar dari pemerintah Kolonial Belanda, mencapai 25 juta Gulden, setara 2,2 miliar Dollar Amerika Serikat pada 2014.

Dipandang Sebagai Kraman

Diponegoro jelas menempati status kunci dalam perang dahsyat tersebut, Sang Pangeran adalah pelopor sekaligus pemimpin utama perlawanan terhadap koalisi Kolonial Belanda, Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kadipaten Mangkunegaran. Perang Jawa lalu dikenal sebagai Perang Diponegoro. Di Gua Selarong dan di hadapan para pengikutnya, Diponegoro telah pula mengangkat dirinya sebagai Sultan Ngabdulkamid. Hal ini terjadi pada awal peperangan, tak lama setelah ia sekeluarganya harus menyingkir dari Dalem Tegalreja yang dibumihanguskan pihak prajurit Danurejan dan Kolonial Belanda. Pengangkatan diri sebagai Sultan secara jelas Diponegoro menantang legitimasi para penguasa kerajaan, Sultan Hamengkubuwana V di Yogyakarta, Susuhunan Pakubuwana VI di Surakarta, Pangeran Adipati Mangkunegara II di Mangkunegaran, juga Pangeran Adipati Pakualam I di Pakualaman. Tentu disertai rencana mendongkel mereka dari tahta masing-masing. Hal ini yang membuat Diponegoro dipandang sebagai tokoh pemberontak, atau kraman dalam bahasa Jawa oleh para pemegang tahta Dinasti Mataram maupun pemerintah Kolonial Belanda. Istilah lolos saking karaton menyiratkan pandangan Kraton Yogyakarta maupun istana-istana Jawa lain terhadap keputusan Diponegoro melakukan petualangan politiknya, hal yang dianggap sebagai tindakan menyempal dan membangkang.  [Yosef Kelik Prirahayanto  (Peneliti Museum Ullen Sentalu)]
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta


MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Acara
    • WAYANG WORLD 2025
    • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM 2025
    • World Dance Day 2026 - R.M. Jodjana
  • Kajian
  • Kontak