ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

Sultan Hamengkubuwana VIII dan Dua Buah Rumah Sakit

23/6/2023

0 Comments

 
Bagi orang yang pernah memiliki masalah pada kesehatan mata di Yogyakarta pasti tidak asing dengan nama Rumah Sakit Mata Dr. Yap. Nama RS Mata Dr. Yap tercatat digunakan sejak 1942, bagian dari kebijakan rezim pendudukan Jepang untuk menghapus berbagai simbol pengaruh Belanda dari keseharian hidup di Indonesia. Sebelum itu, nama rumah sakit mata ini memang dalam bahassa Belanda sekaligus bernuansa patronase kepada pihak Kerajaan Belanda.   Dilansir dari pariwisata.jogjakota.go.id, rumah sakit mata yang didirikan pada 12 November 1922 dan diresmikan pada 29 Mei 1923 ini semula bernama Prinses Juliana Gasthuis Voor Ooglijders (Rumah Sakit Putri Juliana Untuk Penderita Penyakit Mata). Sultan Hamengkubuwana VIII turut andil dalam peresmian RS Mata Dr. Yap.
Picture
Pada era Sultan Hamengkubuwana VIII juga berdiri salah satu rumah sakit umum yang letaknya ada di sebelah utara dari RS Mata Dr. Yap. Rumah sakit itu kini dikenal sebagai Rumah Sakit Panti Rapih. Merujuk website pantirapih.or.id, tepatnya pada bagian yang mengulas sejarah singkat rumah sakit tersebut, nama awal yang disandangnya adalah Rumah Sakit Onder de Bogen. Sultan Hamengkubuwana VIII meresmikannya pada 14 September 1929. Sultan juga kemudian berkenan memberikan sumbangan kendaraan ambulans.

Sepuluh tahun setelah diresmikan, Rumah Sakit Onder de Bogen turut menjadi saksi bagi hari terakhir Sultan Hamengkubuwana VIII sebelum mangkat. Pada perjalanan kereta api dari Batavia ke Yogyakarta dalam rangka menjemput Gusti Raden Mas Dorojatun, Sultan Hamengkubuwana VIII tidak sadarkan diri. Sesampainya di Jogja, Beliau langsung dirujuk ke Rumah Sakit Onder de Bogen (RS Panti Rapih). Di rumah sakit itu lah, Sultan Hamengkubuwana VIII secara resmi dinyatakan wafat pada Minggu Kliwon, 22 Oktober 1939. Jika dihitung, tanggal tersebut bertepatan dengan hari wafatnya Sultan Hamengkubuwana I, pendiri Kasultanan Yogyakarta. Demikian jika merujuk kepada penuturan Susilo Harjono dalam buku Kronik Suksesi Keraton Jawa (1755-1989).
​
Dari cerita di atas, kita dapat melihat keterkaitan antara pendirian dan keberadaan dua di antara rumah sakit di Yogyakarta dengan sosok Sultan Hamengkubuwanan VIII. Dari situ kita bisa melihat bahwa Sultan yang bertakhta pada 1921-1939 memang nyata memiliki perhatian terhadap pembangunan dunia kesehatan di negeri yang diperintahnya. (Rahmat Fajar Hidayat/Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro/Magang di Museum Ullen Sentalu, April-Mei 2023)
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta

MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak