ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

30 Wuku dan Kisah Oedipus ala Jawa

4/2/2022

2 Comments

 
Picture
​Sebagaimana banyak masyarakat di Dunia dan Indonesia secara umum saat ini, masyarakat Jawa dan Bali dalam keseharian telah memakai sistem Tarikh Masehi. Ini berlaku untuk hitungan tahun, pembagian bulan dan penyebutannya, jumlah hari dalam setiap pekannya, sampai kepada perhitungan jam-menit-detik saban harinya.
Namun, di saat bersamaan sejatinya sejumlah unsur dari sistem tarikh kuna tetap hidup dan diterapkan oleh masyarakat di Jawa dan Bali. Itu berlaku baik unsur sistem kalender Saka yang merupakan arustama pada sepanjang zaman kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Lalu ada pula unsur lain dari sistem kalender Jawa yang dipergunakan di Jawa selama pertengahan masa pemerintahan Susuhunan Hanyakrakusuma alias Sultan Agung.
Dari antara unsur-unsur non sistem tarikh Masehi tadi, satu contoh yang sebenarnya masih hidup adalah dalam perihal pengelompokan sekaligus penamaan atas pekan tujuh harian. Berdasarkan tradisi yang berkembang sejak masih eksisnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, pekan-pekan tujuh harian dikelompokkan ke dalam 30 nama yang berbeda-beda. Setiap pekan tujuh harian tersebut disebut sebagai wuku. Daftar 30 wuku tadi meliputi:

  1. Sinta
  2. Landep
  3. Wukir
  4. Kurantil
  5. Tolu      
  6. Gumbreg
  7. Warigalit
  8. Warigagung
  9. Julungwangi
  10. Sungsang
  11. Galungan
  12. Kuningan
  13. Langkir
  14. Mandasiya
  15. Julungpujud
  16. Pahang
  17. Kuruwelut
  18. Marakeh
  19. Tambir
  20. Madangkungan
  21. Maktal
  22. Wuye
  23. Manahil
  24. Prangbakat
  25. Bala
  26. Wugu
  27. Wayang
  28. Kulawu
  29. Dukut
  30. Watugunung

Penamaan  wuku tersebut disertai suatu mitos. Keseluruhan wuku yang sejumlah 2,5 lusin tersebut dinamai dari para anggota keluarga kerajaan dari negeri antah berantah bernama Gilingwesi. Sinta selaku wuku  nomor 1 adalah merujuk nama permaisuri kerajaan tadi. Watugunung selaku wuku nomor 30 alias terakhir adalah sang raja kerajaan Gilingwesi. Untuk 28 wuku selebihnya, mulai dari Landep selaku wuku nomor 2 hingga Dukut selaku wuku nomor 29, semuanya merupakan 28 putra-putri pasangan suami-istri Raja Watugunung-Permaisuri Sinta.
Menariknya mitos tentang Raja Watugunung dan Permaisuri Sinta ini punya kemiripan dengan satu legenda lain Nusantara, juga dengan satu cerita mitologi Yunani Kuno.  
Mitos Watugunung-Sinta dari Jawa dan Bali memiliki kemiripan dalam hal hubungan dua tokoh utamanya dengan Legenda Tangkuban Parahu di Tanah Sunda. Ini karena Watugunung dan Sinta adalah pasangan suami istri yang menikah sampai beranak 28 tanpa menyadari bahwa keduanya sebenarnya anak dan ibu yang telah terpisah lama. Itu artinya memang punya kemiripan dengan Legenda Tangkuban Parahu yang mengisahkan Sangkuriang yang jatuh cinta dan hendak memeristri Dayang Sumbi, ibu kandungnya sendiri setelah saling terpisah bertahun-tahun lamanya.
Kemiripan lebih besar dimiliki mitos Watugunung  dan Sinta dari Jawa serta Bali dengan  mitos sekaligus cerita tragedi dari zaman Yunani Kuno, yakni Oedipus Rex atau Raja Oedipus. Ini karena sebagaimana terjadi terhadap Watugunung dan Sinta, Oedipus pun diceritakan menikahi ibunya, Jocasta, juga mendapatkan sejumlah anak dari perkawinannya dengan ibunya itu. (Yosef Kelik, Periset di Museum Ullen Sentalu)          
2 Comments
Sumadi
19/2/2023 11:29:34 pm

Very good

Reply
Mas-E
10/11/2024 03:39:59 pm

Ternyata senjlimet itu..

Reply



Leave a Reply.

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta

MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • INTERNATIONAL MUSEUM FORUM
  • Kajian
  • Kontak