ULLEN SENTALU
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Kajian
  • Kontak

KAJIAN

Artikel Riset Museum Ullen Sentalu tentang Jawa dan Nusantara

Mengenal 10 Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta Hasil Reaktivasi 1970-an (bagian 1)

4/8/2023

0 Comments

 
Picture
Para prajurit kraton Kasultanan Yogyakarta dapat disaksikan oleh masyarakat umum setidaknya tiga kali setahun, yaitu pada saban penyelenggaraan upacara  garebeg: Syawal (Idul Fitri), Besar (Idul Adha), dan Mulud (Rabi’ulawal). Selain itu, mereka tampil juga dalam momen-momen lain yang tidak saban tahun berulang, yakni penobatan sultan, pernikahan anak sultan, pemakaman sultan yang wafat, juga event pariwisata semacam festival kraton. 
Manakala muncul di hadapan khalayak ramai, penampilan para bregada prajurit kraton selalu saja memikat mata dan telinga. Jadi magnet juga bagi para pemegang kamera maupun ponsel cerdas untuk lantas melakukan pendokumentasian.     

Ya, bagaimana tidak? Masing-masing bregada berbalut seragam warna-warni yang memadukan unsur Jawa dan Eropa. Uniknya lagi, mereka menyandang senjata-senjata kuno: tombak panjang, pedang dan kelewang, gendewa beserta panahnya, hingga bedil jadul panjang yang menurut standar militer modern sudah tak lagi kompatibel untuk dipakai bertempur, bahkan sejak 60-70 tahun silam. 

Lagi pula, para prajurit kraton selalu berbaris menurut langgam yang memang khas, berbeda sekali dengan baris ala TNI maupun Paskibraka. Salah satu wujud kekhasan tersebut terwakili oleh penggunaan aba-aba berbahasa Jawa. Sebagian dari mereka bahkan memililki gerakan baris yang berupa tarian. Semua itu pun berlangsung dalam iringan bebunyian meriah, hasil dimainkannya macam-macam alat musik yang terdiri dari tambur, suling, terompet, bendhe ukuran besar dan kecil, puikpuik, kecer/simbal, dhodhog, serta ketipung.  

Secara umum prajurit kraton kini memang sebatas difungsikan sebagai unit seremonial. Peran yang mereka jalankan tak jauh-jauh lagi dari urusan berparade. Dalam konteks Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata terpopuler di Indonesia, para prajurit kraton secara de facto adalah pula salah satu atraksi wisata lokal yang bersifat teaterikal. 

Jumlah seluruh prajurit Kraton Yogyakarta saat ini ada di angka sekitar 700 orang. Mereka itu terbagi ke dalam 10 kelompok yang dinamakan sebagai bregada. Masing-masing bregada memiliki panji kebesaran tersendiri. Setiap personelnya pun mengenakan seragam yang khas. Nama-nama sepuluh bregada prajurit yang dimiliki Kraton Yogyakarta sejak 1970-an, atau sejak direaktivasi setelah sempat dibekukan pada masa pendudukan Jepang hingga sepanjang dekade 1960-an,  adalah Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Surakarsa, dan Bugis.

Istilah bregada sendiri diadopsi dari istilah ‘brigade’—yang dalam khazanah dunia kemiliteran Barat dan kemudian menjadi istilah dunia militer secara internasional—kurang-lebih berarti ‘kelompok tentara yang meliputi sekitar 3-6 batalyon atau setara dengan 3.000-5.500 orang’. Namun, bregada sebagaimana dikenal di kalangan Kraton Yogyakarta adalah penyerapan kata belaka, tetapi tidak mengikuti pengelompokan prajurit sejumah terdefinisi dalam kata sumbernya. Lebih lagi jika merujuk fakta yang ada saat ini, mengingat bahwa  seluruh prajurit Kraton Yogyakarta yang berjumlah sekitar 700 orang dibagi ke dalam 10 kelompok, maka bisa dipastikan bahwa jumlah prajurit dalam satu bregada ala kraton jauh lebih sedikit dari jumlah prajurit dalam satu brigade ala militer Barat. Bregada agaknya hanya setara dengan kompi (unit beranggotakan 80-200 prajurit) atau bahkan peleton (unit beranggotakan 15-45 prajurit)  dalam formasi prajurit ala militer Barat. Angka yang lebih pasti tentang jumlah personel dalam satu bregada dapat diperoleh dengan dengan merujuk hitungan yang disajikan Yuwono Sri Suwito pada 2009 via buku Prajurit Kraton Yogyakarta: Filosofi dan Nilai yang Terkandung di Dalamnya, yakni di kisaran angka 65 orang. (Yosef Kelik, periset di Museum Ullen Sentalu)
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023
    June 2023
    May 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    December 2022
    November 2022
    October 2022
    September 2022
    August 2022
    July 2022
    June 2022
    May 2022
    March 2022
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    September 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021

    Categories

    All
    Budaya
    Kesehatan
    Pendidikan
    Sastra
    Sejarah
    Yogyakarta

MUSEUM ULLEN SENTALU
Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta

SEKRETARIAT ULLEN SENTALU
Jl. Plemburan 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581
T. 0274 880158, 880157
E. [email protected], [email protected]
Ikuti Ullen Sentalu di:
  • Home
  • Berkunjung
  • Museum
  • Kajian
  • Kontak