Merujuk kepada isi peta tadi, orang Jawa di masa lalu rupanya meyakini bahwa isi kisah epos Mahabharata, terutama yang diceritakan dalam Bharatayudha atau Bratayudha selaku versi saduran Jawanya, sebagai serangkaian hal yang sungguh pernah terjadi sekian abad sebelumnya. Menurut orang Jawa pada awal abad 19, negeri-negeri yang disebut dalam kisah pewayangan pernah nyata tegak berdiri. Nama-nama dari negeri-negeri pewayangan itu banyak diyakini pula sebagai nama-nama kuno yang pernah melekati nama-nama sejumlah daerah di Pulau Jawa serta Madura. Rinciannya adalah sebagai berikut: 1. Astina
Astina adalah daerah sekitar eks Karesidenan Pekalongan sekarang ini. Dalam pewayangan lakon Mahabharata, Astina adalah negeri yang pernah diperintah oleh raja-raka seperti Santanu, Pandu Dewanata, Drestarastra, hingga Duryudana. 2. Banjarjungut Banjarjungut adalah daerah yang kini disebut Banyumas. Dalam pewayangan lakon Mahabharata, Banjarjungut adalah vasal Astina dan dipimpin oleh Dursasana, adik Duryudana, anak Drestarastra. 3. Pringgondani, Talkanda, dan Rahtawu Di antara Astina dan Banjarjungut, berturut-turut ada beberapa negeri kecil lainnya. Pertama adalah Pringgondani yang merupakan daerah kekuasaan satria sakti yang mampu terbang, Gatotkaca. Kedua adalah Talkanda yang merupakan daerah jabatan bagi Bisma, putra Santanu dan Dewi Gangga, yang memilih wadat serta menjadi penasehat para raja Astina. Ketiga adalah Rahtawu yang merupakan daerah jabatan Nakula, bagian dari lima bersaudara Pandawa. 4. Awangga Wilayah di sekitar aliran Sungai Progo dan Bengawan Solo, dengan kata lain berarti daerah yang kurang lebihnya meliputi Magelang, Purworejo, Yogyakarta, serta Surakarta, diyakini pernah menjadi kedudukan dari Awangga, vasal Astina yang dipimpin oleh Adipati Karna. 5. Amarta Amarta, negeri kekuasaan para bersaudara Pandawa dan dirajai oleh Yudhistira alias Puntadewa, menempati daerah yang kini dikenal sebagai Demak, Kudus, serta Pati. Amarta ini dalam kisah Mahabharata sering disebut pula dengan nama Indraprastha. 6. Dwarawati Di sebelah timur Amarta ada Dwarawati, negeri kekuasaan Sri Kresna, titisan Dewa Wisnu. Dwarawati kurang lebihnya menempati daerah Rembang, Blora, Tuban, dan Bojonegoro. 7. Madura Pulau Madura terbagi menjadi dua negeri. Mandura atau negeri kekuasaan Prabu Baladewa ada di sisi sebelah barat pulau, yakni daerah yang meliputi sekitar Bangkalan. Mandaraka atau negeri kekuasaan Raja Salya menempati sisi sebelah timur pulau, yakni daerah yang meliputi sekitar Sumenep. 8. Indrakila Menariknya, peta Jawa yang memuat toponim negeri-negeri lakon pewayangan itu mencatat adanya tiga tempat menjadi lokasi Gunung Indrakila, yakni gunung yang dikisahkan dalam Arjunawiwaha sebagai tempat Arjuna bertapa sebagai sosok Mintaraga dan lantas digodai oleh tujuh bidadari. Tempat-tempat yang sama-sama diklaim sebagai Indrakila tersebut adalah di Pegunungan Dieng, Gunung Muria, dan Gunung Penanggungan atau suatu daerah berelevasi tinggi di sekitar Pasuruan. [Yosef Kelik P (Periset di Museum Ullen Sentalu]
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
August 2026
Categories |